Aksesibilitas dan Partisipasi Masyarakat Memberdayakan Data

Internal - 28 Juni 2020 - 12:00 AM

Data dan partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor kunci dalam penangan masalah covid-19. Data dapat menyebar secara luas dan infodemik dimana data-data yang diterima masyarakat dapat merugikan dan tidak selalu benar atau hoax. Kenapa tidak semua data itu benar? Karena kelompok tertentu banyak mengambil keuntungan dari data tersebut. Aksesibilitas dalam data artinya kemudahan dalam mendapat data. Data tersebut dibagi menjadi Accessible artinya data bisa diakses oleh semua orang, Available artinya belum tentu bisa diakses oleh semua orang. Masyarakat dapat mengakses data melalui media cetak dan media elektronik dengan melalui perangkat dan jaringan. Community oriented artinya masyarakat menjadi penerima kebijakan yang telah ditentukan dam wajib melaksanakannya. Sedangkan dalam community driven masyarakat berperan aktif dalam kebijakan yang ada yang berfokus pada pengembangan masyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat terdiri atas 8 level. Level 3,4,5 dimana masyarakat dilibatkan dalam hal wawancara berdasarkan pendapat masyarakat namun kebijakan masih ditentukan oleh pemangku kepentingan. Partisipasi yang dibutuhkan dalam meminimalisir covid-19  terkait ketersedian data yaitu sebagian kelompok masyarakat dalam hal riset atau penelitian oleh akademisi, intervensi medis melakukan sosial distancing, penggunaan masker, mencuci tangan serta karantina mandiri.

Materi dipresentasikan oleh Ajeng Nugrahaning Dewanti, S.T., M.T., M.Sc. dan disarikan oleh Rindi Cynthia Dara.