Seminar Nasional COMPACT 2021

Internal - 20 Mei 2021 - 12:00 AM

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Kalimantan mengadakan seminar nasional dengan tema “Mewujudkan Ibu Kota Negara yang Responsif Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Perkotaan”.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Maret 2021, yang digelar secara daring menggunakan aplikasi ZOOM meeting, dengan pembicara Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia), Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si (Gubernur Provinsi Kalimantan Timur), Prof. Ir. Haryo Winarso, M.Eng., Ph.D (Guru Besar SAPPK Institut Teknologi Bandung), dan Sofian Sibarani, MUDD. B.Sc., LEED AP. (Direktur Urban+).

Dalam pemaparannya, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. menyatakan visi pembangunan nasional Indonesia, bahwa dalam 100 tahun kemerdekaan, Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi. Hal ini dilakukan dengan memperkuat struktur ekonomi, mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, modernisasi ekonomi berbasis kualitas dan berkelanjutan. Melakukan perubahan paradigma dari ekonomi berbasis sumberdaya alam (SDA) menjadi ekonomi berbasis inovasi.

Inovasi harus ditingkatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Bangsa yang inovatif adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan, mandiri dan berdaya saing global. Pemerintah sebagai fasilitator dan regulator mendorong inovasi yang dapat melahirkan teknologi tepat guna (untuk desa, nelayan, petani), menciptakan nilai tambah dari SDA, mendorong subtitusi impor dan meningkatkan local content dan inovasi yang terkait revolusi industry 4.0.

IKN sebagai kota dengan konsep masa depan, harus menjadi tempat tinggal yang baik bagi penduduknya, dengan konsep-konsep inovasi dalam perencanaannya, yaitu :

1. Less Contact Economy
Digitalisasi seperti e-commerce, online banking, dan pembayaran digital.
Upaya yang lebih luas lagi agar kegiatan ekonomi lebih produktif tanpa harus bergantung pada pertemuan fisik.
2.Sustainability
Smart City: konsep membangun kota yang mengandalkan energi baru dan terbarukan serta menggunakan mobil listrik untuk konektivitas antar desa pariwisata.
Circular Economy: mendorong penggunaan zero waste dalam kegiatan ekonomi dan upaya mendukung sustainability.
3. Kecerdasan Artifisial
Kecerdasan untuk integrasi pelayanan masyarakat, peningkatan produktivitas bisnis untuk investasi sumberdaya manusia dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Dengan 5 bidang prioritas: Layanan Kesehatan, Reformasi Birokrasi, Pendidikan, Smart Agriculture (ketahanan pangan) dan Smart City (mobilitas dan kota cerdas).

Tahapan pertama dalam penyelenggaraan smart city, yaitu akan dilakukan inovasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Motor listrik dan bus listrik didahulukan sebagai inovasi masa depan. Kemudian selanjutnya akan ada pengembangan inovasi kendaraan tanpa supir. Sistem lalu lintas tanpa pengemudi untuk memperkecil kecelakaan.

Untuk mendukung inovasi kota masa depan, saat ini pemerintah juga melakukan penguatan infrastruktur TIK dengan mendorong persebaran dan pemerataan teknologi. Mulai tahun 2021 pemerintah sudah menetapkan TIK menjadi salah satu fasilitas bersama air, listrik, dan jalan di semua wilayah Indonesia. Penguatan infrastruktur satelit dan fiber optic akan terus ditingkatkan. Peningkatan inovasi last mile dengan seperti mini BTS dan delay tolerant network. Bisa diaplikasikan untuk daerah yang masih kesulitan koneksi internet.

Kemudian Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si selaku Gubernur Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan IKN. Beliau juga menyatakan kesiapan Provinsi Kalimantan Timur sebagai IKN dengan berbagai potensi yang dimiliki, diantaranya potensi sumberdaya alam serta adat dan budaya yang memiliki toleransi. Serta dalam persiapan pembangunan IKN, Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan peningkatan sumberdaya, berkarya, dan produktif untuk generasi muda.

Berbeda dengan pemaparan dua narasumber sebelumnya, Prof. Ir. Haryo Winarso, M.Eng., Ph.D memaparkan tantangan pembangunan ibu kota negara baru. Beliau menjelaskan bahwa IKN sebagai mega project dengan biaya dan skala yang besar, memiliki tantangan praktis dan teoritis, diantaranya:

  • Tantangan perencanaan Regional Connection: Samarinda, Balikpapan, IKN, bahkan kota di luar Kalimantan ataupun luar Indonesia.
  • Tantangan secara fisik (geology dan hydrogeology)
  • Tantangan sosial ekonomi dan politik
  • Tantangan teknologi untuk mengatasi longsor, banjir, migas, sumber air
  • Tantangan teknologi untuk transportasi listrik, energi solar dan kinetic, sampah – circular economy, air

Selain tantangan-tantangan yang perlu diseselaikan, dampak pembangunan IKN juga harus diantisipasi, termasuk dampak demografi, dampak migrasi. Belajar dari Shenzen dan Dubai: sebelum dibangun seperti sekarang, merupakan area yang kosong, tetapi dalam 15 tahun berkembang dengan sangat baik.  Studi yang mendalam tentang geologi, hydrogeology, sosial ekonomi dengan simulasi, dan simulasi perencanaan dinamis harus dilakukan untuk perencanaan pembangunan IKN.

Kemudian pembicara terakhir yaitu Direktur Urban+ Sofian Sibarani, MUDD. B.Sc., LEED AP menyampaikan teknis perencanaan pembangunan IKN yang telah dilakukan. Konsep "Nagara Rimba Nusa" merupakan tiga kata yang menjiwai pembangunan IKN. Kata “Nagara” mencerminkan kota, pemerintahan, pemikiran aspirasi mengenai nasionalisme, kemajuan suatau bangsa dan peradaban. Kata “Rimba” mencerminkan hutan/ borneo yang mempunyai citra yang berhubungan dengan hutan, aspek lingkungan tidak lepas dari roh perencanaan, isu lingkungan sama penting dengan membangun peradaban. Pembangunan IKN memiliki konsep hemat lahan, energi, biaya dan ramah lingkungan. Membangun hutan kemudian membangun kota dengan 30% area terbangun, 70% area hijau. Kata “Nusa” mencerminkan konsep kemaritiman, bahwa kita tidak lepas dari indentitas sebagai negara kepulauan.

Pembangunan IKN tidak hanya memnangun sebuah kota, tetapi merencanakan berbagai pendukungnya seperti sumber air, aksesibilitas, waste dan sumber energi. Sumber alternatif merupakan perencanaan yang akan diutamakan, yaitu 80% sumber energi yang akan dibangun merupakan renewable energy, seperti solar panel, hydropower, biomass, dan lain-lain.  

Selain mengusung Green and Sustainable Concept, IKN juga didesain untuk menjadi smart city : smart transport, smart mobility, smart infrastructure. Indikator keberhasilan dari pembangunan IKN adalah Kesejahteraan masyarakat, ekologis dan preservasi lingkungan alami, Konektivitas Kawasan transportasi (TRA), Infrasktuktur Kawasan (INF), ICT infrastructure.

Tautan materi presentasi narasumber dapat diakses DISINI.